Ceritanya ada yang kecanduan jalan-jalan, pulang dari negeri tetangga (jauh), ngomporin buat jalan2. Batukaras-Pangandaran. Nggak jauh dari Bandung dan Jogja. Pasukan disiapkan. Banyak peminatnya ternyata. 9orang, salahsatunya dari jogja, ketemu di Banjar, yang nunggu sampe diganggu bencong segala.. he..he..

long wiken, penginapan penuh. argh.. ngedum (mendirikan tenda yang berbentuk doome) sajalah..sayang greencanyon-nya buthek, karena malemnya hujan terus. ini oleh2nya..

p1060999

p1070018

p1070552Nah klo yang ini oleh2 dari Bromo. Awal April kemaren di long wiken, ada yang ngomporin ke Bromo. Setelah mengumpulkan pasukan, eh ternyata yg berminat banyak, jadi nggak cukup nih becak klo banyak2.. he..he.. maap buat yg ga sempet keangkut. Mungkin laen kali lah ya.  Sebelum berangkat sempet ragu juga, bisa naek nggak nih becak ke lautan pasir yang kami pengen. Dari info-info yang ada OK aja. Tapi untuk ke Pananjakan nggakboleh bawa kendaraan sendiri kata petugasnya (ini yang bikin sakit hati sebenrnya.. ARGH!!!!!).

Perjalanan cukup panjang, bandung, jogja, malang. Beneran panjang tuh..  Untung sempet mampir di Jogja untuk terlelap.  Jogja Malang, hmm.. gelap, malam sampe pagi buta. Sesampainya di Malang, bingung mau nginep dimana.. he..he.. mau terus ke tumpang, capek, nggak safe. Setelah muter-muter, ketemu juga hotel bahagia yang membahagiakan.. he..he.. murah meriah. “Maaf Mas nggak menerima tamu dengan teman wanita” kira-kira begitulah kata mas nya yang jaga sambil ngantuk-ngantuk jam3pagi di ketok 2mas-mas dan 1 mbak2.. “ada temennya yg laen kok Mas, kita pake 2 kamar” he.he.. dapet juga kami tempat istirahat yang nyaman.

Tumpang-Pos Pertigaan (aduh namanya apa lupa). pemandangannya bagus, nyari2 tempat beli karcis masuk TNBT (Taman Nasional Bromo Tengger) nggak ketemu. ya sudahlah terus saja.. sampai pos pertigaan Ranupane Bromo, hmm.. kami ke Ranupane dulu deh, masih pagi ini. Perjalanan Malang-Tumpang-pertigaan cuma 2jam (kira2 ya). Ranupane sepi, maklum Semeru sedang ditutup. melepas lelah sebentar, liat2 pemandangan, kembali ke pertigaan dan ke arah lautan pasir Bromo.

Sebelum lautan pasir, kami melewati padang rumput yang wow! Tentunya sesi poto-poti (*isitilahmu tak pinjem Din). Barulah melewati lautan pasir dan kemudian ketemu kaki Gunung Bromo (”G” di kata gunung musti kapital, karena diikuti kata Bromo–halah). Perjalanan ini menyita waktu cukup lama, bukan karena becaknya nggak bisa lewat pasir, tp karena pot-poti itu tadi.

p10706191

Setelah puas muter2 di lautan pasir dan ngabisin batre, kami naik ke Cemoro Lawang, untung boleh naek, terakhir denger2 ini rada nggak bersahabat dengan mobil pribadi, banyak temen yang nggak bisa turun ke lautan pasir gara2 dicegat petugas di Cemorolawang. Sebenrnya sempet booking hotel di Cemorolawang, tapi sampai sana ditawari rumah penduduk untuk jadi tempat menginap, lebih murah brur… he..he.. otak mahasiswa tentunya tau pilihan yang ana yang cucok.

Aernya dingin sekali. Mandi? hmm.. nggak deh, besok aja.. he..he.. sukses dapet tempat menginap, kami teruskan mencari informasi tentang pananjakan, tempat melihat sunrise yang bagus di sebelah timu Bromo. Harus menggunakan jip official (sial). Mahal! Karena nggak tau rutenya (yang katanya berbahaya kalau dengan kendaraan pribadi). Padahal becakku kan 4×4 juga, ban MT, tinggi pulak. arhg.. kalo inget ini sebel.

Esok paginya, jam4 berangkat ke Penanjakan, buset, tenryata rutenya turun dulu ke lautan pasir, (ini kemaren saya juga kesini kali!!!). Kemudia menanjak dengan jalan aspal yang ok, wah ini xenia juga naek. Beneran kan, sesampainya di atas, rame banget, yang parkir ada Xenia, ternyata mereka naek dari arah Pasuruan. Sial. tau gitu nginep di lautan pasir aja, toh doome (tenda) sudah tersedia. Argh!!!

Matahari terbit seperti biasanya dari timur, bukan dari barat. sayangnya awan lumayan, jadi pemandangan kurang ok, dan kalo mau poto-poti banyak orang. Saran: tunggu agak siang, setelah orang2 turun ke lautan pasir dan Bromo, tempat sepi, Bromo Batok Semeru keliatan jelas, poto-poti deh sepuasnya.

Kami langsung saja kembali ke Cemorolawang, nggak mampir ke Gn. Bromo dul seperti wisatawan yang laen, pundung.. he..he.. nggak kok, tp kami sekalian check out dr rumah, bawa turun beck baru ke Bromo dan langsung ke Tumpang lagi.

Malang, di kota ini kami bertemu dengan teman lama, yang kemudian dilajutkan dengan berjalan-jalan ke TamanSafari dengan kaca becak yang penuh debu, jadi deh fotonya blur.. he..he..

yup begitulah.. lumayan.. :D

*sebenernya banyak fotonya, liat di sini aja

img_8154-1img_8205-1Hari itu kebetulan ada seorang teman dari jakarta yang minta ditemenin jalan-jalan di Bandung. Setelah lelah keliling kota, tampaknya kehabisan ide tempat mana lagi yang layak dikunjungi. Waktu itu jam 2 pagi, ada ide untuk pulang dan melepas lelah ato terus berkeliling mencari tempat lain yang menarik dikunjungi. Dilemanya, kalau pulang dan melepas lelah, tampaknya manusia2 sperti kami (manusia sangkuriang 38) ini sakit mata semua, ga bisa bangun pagi. Dapat dipastikan kalau saja waktu itu pulang ke rumah dan tidur, hari minggunya resmi tidak kemana-mana.

Akhirnya diputuskan untuk mencari tempat yang menarik. Dipilihlah Sukatinggi, tempat yang biasa saya kunjungi untuk acara diksar (*maaf klo nggak ngerti). Jalannya cukup baik (baik? yang bener aja) yaitu jalan perkebunan teh. setelah sempat masuk pabrik teh karena salah jalan, akhirnya kami menemukan jalan yang sebenernya. ternyata offroad habis. Untung becak (he…he..) nya 4×4 jd ok lah.

Walaupun ketemu jalanyang sebenernya, ternyata masih ada persimpangan yang kami lupa ada di mana. Keadaan gelap jam 3 pagi cukup membuat kami deg-deg an ketika musti melewati kubangan-kubangan yang cukup dalam. Sampai sempet teman yang di sebelah kanan saya semacam terlempar karena lupa memakai sabuk pengaman. he…he.. Hingga pada suatu kubangan yang saya rasa terlalu dalam dan panjang untuk becak yang kami tumpangi, resikonya terlalu besar, apalagi tanpa ada mobil lain yang bisa sebagai recovery car kalo misalnya becaknya terjebak di kubangan itu. Diputuskan untuk mencek jalan dengan berjalan kaki. Setelah mencek jalan dengan senter lcd hp, didapat kesimpulang “kita terlalu jauh, persimpangan jalan ada dibawah sana”. Argh….argh.. wah musti melewati beberapa kubangan yang tadi dengan susah payah dilewati dong.. Bagus!!

img_8216

img_8222

Setelah berbalik arah akhirnya ditemukan juga persimpangan itu. Dan ternyata, kami tak seharusnya melewati kubangan-kubangan itu sebenrnya seandainya saja sedari tadi kita tau di mana persimpangan itu. He..he.. Anyway, sampe juga di tempat kemping, buka tenda danberusaha tidur. Belum juga terlelap, matahari padi mulai menyingsing. dan motor para pencari rumput membuat kami tak bisa memejamkan mata (apa hubungannya ya? mata ama telinga??).

Karena cukup panjang perjalanan, sudah semestinya dinikmati pemandangan indah di utara kota Bandung ini. he..he.. maaf untuk teman yang harus dinas jam1 siang, yang tampak sudah gelisah, khawatir tidak sampai rumah jam12 siang.. tp sampai juga kan!?! Yah begitulah, cukup menarik. Tak membuat kapok teman dari jakarta itu. Malahan malamnya, sesampainya dia di Jakarta, terkirim sebuah pesan singkat “thanks for the greatest weekend ever”, he..he.. yg bener??? ha..ha..ha..

p1060803

p1060775

Pantainya Malin Kundang. Ya, pantai ini tempat legenda Malin Kundang yang terkenal itu (legendanya yag terkenal). Hari terkahir sebelum keesokan harinya kembali ke Bandung. Sutsetnya bagus. Yang difoto itu bukan malin kundang lho ya.

p1060583Setelah bersusah payah, bisa juga ke unggah ini foto. Ya itulah oleh2 dari Pulau Sikuai.. Pulau sikuai ada di sebelah barat Kota Padang, sebenrnya tidak terlalu jauh dengan pulau sumatra, cuma agen resminya ada di Padang (di pelabuhan apa ya lupa namanya maaf). Tersedia paket2 untuk menginap di Sikuai, atau perjalanan satu hari saja. Pantainya cukup bagus, pasir putihnya masih bersih. Namun bagi yang ingin ber-snorkling mungkin harus mencari tempat lain, karena fauna dan flora bawah lautnya masih kurang ok. Oya, penginapannya cukup bagus danbersih, pengeloloa (cuma ada satu) Pulau Sikuai ini cukup bagus juga, cuma makanannya mahal aja.. he..he..