You are currently browsing the monthly archive for Agustus 2008.

Dua puluh kilometer arah utara Kebumen, sebuah kecamatan yang dibelah oleh sungai yang berkelok seperti ular, dan karena itulah disebut Luk Ulo. Ada beberapa versi tentang arti Luk Ulo, ada yang mengartikannya sebagai “seperti ular” ada yang bilang juga “air mata ular”, yah tapi aku lebih setuju dengan yang pertama. Kecamatan yang tidak terlalu ramai, dengan penduduk tidak tau berapa, fasilitas umum cukup baik dalam dua tahun terakhir, setelah Karangsambung ini di resmikan oleh Presiden RI sebagai situs GeoWisata. Sebuah tempat yang menyajikan keunikan batuan secara geologi maupun secara umum. Jalan menuju Karangsambung cukup baik saat ini, berbeda dengan kondisi beberapa tahun yang lalu, jalan aspal berlubang cukup melelahkan. Jalur Truk pengangkut pasir Luk Ulo membuatnya semakin tidak layak. Kini Kebumen-Karangsambung dapat ditempuh kurnag dari 30menit, sedangkan dua tahun yang lalu bisa mencapai 1jam.

Di Karangsambung ini setiap tahun mahasiswa geologi dari berbagai PT (Trisakti, UPN, ITB) melakukan kulah lapangan, bahasa kerennya fieldcamp. Kesempatan menjadi asisten cukup menyegarkan, setelah beberapa waktu berada di depan monitor. Sebuah UPT LIPI ada disana, dengan berbagai fasilitas yang cukup baik untuk sebuah kampus lapangan. Dan kini semakin baik dengan adanya beberapa sumbangan dari perusahaan minyak dalam negri. Sebulan penuh mahasiswa dari pagi hingga malam melakukan kegiatan lapangan, dengan hanya libur 1hari saja. Cukup melelahkan jika tidak dijalani dengan senang. Untungnya, tidak ada asisten yang sebulan penuh disana.

Jika ingin melihat beragam batuan dari yang sangat tua hingga yang berasal dari dasar laut dan batuan lempeng samudra silahkan melakukan perjalanan ke Karangsambung.