Dua puluh kilometer arah utara Kebumen, sebuah kecamatan yang dibelah oleh sungai yang berkelok seperti ular, dan karena itulah disebut Luk Ulo. Ada beberapa versi tentang arti Luk Ulo, ada yang mengartikannya sebagai “seperti ular” ada yang bilang juga “air mata ular”, yah tapi aku lebih setuju dengan yang pertama. Kecamatan yang tidak terlalu ramai, dengan penduduk tidak tau berapa, fasilitas umum cukup baik dalam dua tahun terakhir, setelah Karangsambung ini di resmikan oleh Presiden RI sebagai situs GeoWisata. Sebuah tempat yang menyajikan keunikan batuan secara geologi maupun secara umum. Jalan menuju Karangsambung cukup baik saat ini, berbeda dengan kondisi beberapa tahun yang lalu, jalan aspal berlubang cukup melelahkan. Jalur Truk pengangkut pasir Luk Ulo membuatnya semakin tidak layak. Kini Kebumen-Karangsambung dapat ditempuh kurnag dari 30menit, sedangkan dua tahun yang lalu bisa mencapai 1jam.
Di Karangsambung ini setiap tahun mahasiswa geologi dari berbagai PT (Trisakti, UPN, ITB) melakukan kulah lapangan, bahasa kerennya fieldcamp. Kesempatan menjadi asisten cukup menyegarkan, setelah beberapa waktu berada di depan monitor. Sebuah UPT LIPI ada disana, dengan berbagai fasilitas yang cukup baik untuk sebuah kampus lapangan. Dan kini semakin baik dengan adanya beberapa sumbangan dari perusahaan minyak dalam negri. Sebulan penuh mahasiswa dari pagi hingga malam melakukan kegiatan lapangan, dengan hanya libur 1hari saja. Cukup melelahkan jika tidak dijalani dengan senang. Untungnya, tidak ada asisten yang sebulan penuh disana.
Jika ingin melihat beragam batuan dari yang sangat tua hingga yang berasal dari dasar laut dan batuan lempeng samudra silahkan melakukan perjalanan ke Karangsambung.


17 comments
Comments feed for this article
20 Agustus, 2008 pada 10:16 am
isfiya
Wah kerenz juga tempatnya, jadi pengen jalan-jalan lagi …..
Ntar ahhh, kalo ada kesempatan….
Me at http://www.isfiya.wordpress.com
2 September, 2008 pada 5:55 pm
ibrahimlubis
yah… situ lebih mantap lagi artikelnya… kita sih masih belajar… hehe…
27 September, 2008 pada 1:22 pm
Izza
wah, tempatnya keren banget…
visit my blog at http://binaizza.wordpress.com
7 November, 2008 pada 1:29 am
varda
apa menariknya lihat2 batu? i don’t buy it, yet. cerita lebih lanjut dong.
Luk Ulo ~~ like ulo?
4 Desember, 2008 pada 10:55 pm
toto
yeee……dateng aja ke Karangsambung, aku salah satu saksi karena aku orang karangsambung….
8 Desember, 2008 pada 10:08 pm
wawan
yupz bagus yachhhh
aku bangga jadi anak karangsambung
12 Desember, 2008 pada 2:10 pm
jekivita
emang keren kok … rasanya juga pingin banget kesana lagi, dulu pernah neliti bebatuan disana … sempet bareng orang bule juga … bebatuanne dahsyat buener. Ada yang mau ngajakin kesana lagi
salam lestari dari anak Gaspala SMU N 2 Kebumen
24 Desember, 2008 pada 8:46 pm
oax'
ngelihat batu di tempat asalnya bisa menyenangkan juga ya?? secara saya biasanya ngelihat batu udah dipotong 30×30cm trus ditempel ke dinding pake semen… *wadow!digebukin para geologist…
26 Desember, 2008 pada 11:16 am
astyka
3 Januari, 2009 pada 9:27 pm
muhammad jamil
Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP Nomor Urut 5 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Salam Hangat buat Keluarga Anda
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
13 Januari, 2009 pada 4:01 pm
susy
Emang karangsambung keren kok……aq jg pengin lg kesn, dl waktu kecil aq sekolah disn tp dah lm ga pernah kesn lg. Kangen jg ama tmn2 dl. Salam buat smuanya.
13 Februari, 2009 pada 12:04 pm
Catra
anak gea ya mas?
13 Februari, 2009 pada 2:19 pm
pamumpuni
begitulah..
14 Februari, 2009 pada 5:57 pm
wawan karangsambung
karangsambungku……..
4 April, 2009 pada 11:27 am
kasman p.
memang kita sbg warga krz musti bnyk mempromosikan desa kita sbg tempat wisata alam yg menarik untuk mejaring wisatawan biar lebih rame n dikenal secara umum.ayo berjuang untuk krz
25 Agustus, 2009 pada 11:15 pm
budi-kedungwaru
Karang sambung I LOVE YOU FULL
25 September, 2009 pada 8:34 am
Wahyu Handoko
Lagi mau coba kesana nih mumpung wiken panjang, dan tentu dengan rasa senang karena ini milik Indonesia dan warisan dunia pula