img_8154-1img_8205-1Hari itu kebetulan ada seorang teman dari jakarta yang minta ditemenin jalan-jalan di Bandung. Setelah lelah keliling kota, tampaknya kehabisan ide tempat mana lagi yang layak dikunjungi. Waktu itu jam 2 pagi, ada ide untuk pulang dan melepas lelah ato terus berkeliling mencari tempat lain yang menarik dikunjungi. Dilemanya, kalau pulang dan melepas lelah, tampaknya manusia2 sperti kami (manusia sangkuriang 38) ini sakit mata semua, ga bisa bangun pagi. Dapat dipastikan kalau saja waktu itu pulang ke rumah dan tidur, hari minggunya resmi tidak kemana-mana.

Akhirnya diputuskan untuk mencari tempat yang menarik. Dipilihlah Sukatinggi, tempat yang biasa saya kunjungi untuk acara diksar (*maaf klo nggak ngerti). Jalannya cukup baik (baik? yang bener aja) yaitu jalan perkebunan teh. setelah sempat masuk pabrik teh karena salah jalan, akhirnya kami menemukan jalan yang sebenernya. ternyata offroad habis. Untung becak (he…he..) nya 4×4 jd ok lah.

Walaupun ketemu jalanyang sebenernya, ternyata masih ada persimpangan yang kami lupa ada di mana. Keadaan gelap jam 3 pagi cukup membuat kami deg-deg an ketika musti melewati kubangan-kubangan yang cukup dalam. Sampai sempet teman yang di sebelah kanan saya semacam terlempar karena lupa memakai sabuk pengaman. he…he.. Hingga pada suatu kubangan yang saya rasa terlalu dalam dan panjang untuk becak yang kami tumpangi, resikonya terlalu besar, apalagi tanpa ada mobil lain yang bisa sebagai recovery car kalo misalnya becaknya terjebak di kubangan itu. Diputuskan untuk mencek jalan dengan berjalan kaki. Setelah mencek jalan dengan senter lcd hp, didapat kesimpulang “kita terlalu jauh, persimpangan jalan ada dibawah sana”. Argh….argh.. wah musti melewati beberapa kubangan yang tadi dengan susah payah dilewati dong.. Bagus!!

img_8216

img_8222

Setelah berbalik arah akhirnya ditemukan juga persimpangan itu. Dan ternyata, kami tak seharusnya melewati kubangan-kubangan itu sebenrnya seandainya saja sedari tadi kita tau di mana persimpangan itu. He..he.. Anyway, sampe juga di tempat kemping, buka tenda danberusaha tidur. Belum juga terlelap, matahari padi mulai menyingsing. dan motor para pencari rumput membuat kami tak bisa memejamkan mata (apa hubungannya ya? mata ama telinga??).

Karena cukup panjang perjalanan, sudah semestinya dinikmati pemandangan indah di utara kota Bandung ini. he..he.. maaf untuk teman yang harus dinas jam1 siang, yang tampak sudah gelisah, khawatir tidak sampai rumah jam12 siang.. tp sampai juga kan!?! Yah begitulah, cukup menarik. Tak membuat kapok teman dari jakarta itu. Malahan malamnya, sesampainya dia di Jakarta, terkirim sebuah pesan singkat “thanks for the greatest weekend ever”, he..he.. yg bener??? ha..ha..ha..