dilema

Apa rencanamu setelah ini?

Kemaren, pertanyaan itu beberapa kali datang. Bukan aku nggak bisa jawab, ato bukan aku nggak ngerti mau ngapain. Cuma aku jadi mikir lagi aja. Apa bener pilihanku saat ini lebih baik dari yang lain.

Saat ini industri migas di dunia sedang dalam keadaan “rising up” semua company butuh banyak geologist. Aku kemaren2 tidak memilih untuk kerja di industri karena yang aku bayangkan 1.jakarta yang penuh sesak dan waktu di jalan yang sia2, 2.suasana kerja yang kurang menantang. Untuk yang nomor 1 (jakarta) sampai sekarang aku belum berpikiran berbeda. Tapi untuk yang kedua aku kembali bertanya-tanya apa benar demikian. Ada juga perusahaan yang punya tantangan besar, banyak perusahaan yang punya daerah di tempat2 yang frontier, tempat2 yang susah (dalam perspective geologi tentunya). Apalagi di bagian explorasi, dengan data yang minim harus mengevaluasi suatu daerah, geologistnya harus punya konsep yang benar di kepalanya, dan tentunya harus bisa meyakinkan menagement untuk ngeluarin berjuta2 dollar. Nggak sedikit tantangan disana. Nggak semua perusahaan punya suasana kerja yang kaku, pelan, ato straight2 aja. Ada juga perusahaan yang kerja pake kaos, pake sendal, celana pendek dan jam kerja yang fleksible, sudah kayak lab dikampus aja nih pikirku waktu aku diajak John Decker (GM salah satu perusahaan yang aku kunjungi kemaren) keliling kantornya. Bahkan John njelasin klo perusahaannya ngabisain banyak duit untuk ngambil data baru dan mereka berpikir nggak seperti kebanyakan orang. Yah seperti postingan sebelumnya (https://pamumpuni.wordpress.com/2007/04/22/minggu-libur-dan-lab/).

“Klo sekarang kamu nanya aku, aku bilang untuk beberapa waktu (agak lama) kedepan aku masih bakal ada dikampus, tapi nggak tau klo berubah pikiran” itu juga yang sering aku bilang ke temen2 yang nanya tentang pekerjaanku. Aku milih dikampus selain karena aku masih pengen sekolah juga karena aku disini (kampus) aku bisa sekolah (ada yang mau mbayarin euy) aku juga bisa kerja (earn money tentunya), bisa sering ke lapangan, suasana yang menantang, flexible, bisa lebih banyak belajar dari banyak tempat (bisa liat banyak data dari macem2 perusahaan yang daerahnya berbeda tentunya).

Tapi, apa kalo kerja di industri nggak bisa sekolah? Seperti pertanyaan Antonio kmaren, setelah aku jawab kalo aku mo ngambil master dulu, dia kemudian nanya mau kuliah di kampus ato kuliah sambil kerja seperti Yuyus?(sambil menunjuk salah satu rekan kerjanya yang kerja sambil kuliah. dan aku nggak bisa jawab yang itu, “I don’t know yet” jawabku. Ini juga jadi pikiran, apa iya kalo aku ambil master dikampus, setelah aku lulus nanti keadaan industri migas masih seperti ini, yang geologist banyak dicari, ato sebaliknya?

 

Mungkin aku musti kembali memikirkan, mana yang lebih tepat buat orang sepertiku, dan apa sesungguhnya yang kau cari.

 

astyka.p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s