Bencana!

Dari puluhan juta tahun yang lalu. yang namanya longsor, gempa, banjir, terumbu karang mati, hewan punah, naiknya muka laut, turunnya muka laut, mencairnya es di kutub, perubahan pola magnet bumi, gunung meletus, pulau tenggelam, laut jadi pulau, dan sebagainya sudah terjadi.. dan itu memang nggak bisa nggak terjadi.. memang sudah dari sononya memang gitu..

contohnya, fosil dinosaurus, fosil2 foraminifera yang menunjukan perubahan muka air laut, batuan di himalaya tadinya di laut, pola paleomagnet di kerak samudra yang berbeda-beda, endapan lahar dimana letusan gunung api, endapan longsoran, fosil terumbu karang, fosil kayu-kayuan, endapan tsunami.. dan banyak lagi yg menunjukkan kalau  sejak dahulu terjadi yang namanya disaster..

jaman dahulu belum ada manusia saja terjadi disaster, jadi manusia bukan penyebab utama terjadinya disaster, disini tidak ada yang salah (kebiasaan manusia selalu mencari yang salah). apa kalau orang2 pedalaman kalimantan nggak menebang pohon untuk sekedar mencukupi keinginan kenyang anggota keluarganya berarti tidak terjadi banjir global warming dsb? siapa yg bisa jamin?

apakah kalau harimau sumatra tidak diburu habis oleh penjual kulit harimau berarti harimau sumatra tidakakan bernasib sama dengan dinosaurus? ini hanya masalah punah ditangan siapa..

bumi kita ini dinamis, selalu berubah, manusia cenderung tidak menyukai perubahan, berubah menjadi tua nggak suka, tebingnya berubah jd longsoran nggak suka, hutannya berubah jadi ladang sawit nggak suka, hewan2nya berubah menjadi sedikit nggak suka..

manusia hanya mempercepat terjadinya disasrter, memicu, dan memperparah akibatnya.. dan jika tidak ada korban jiwa dan harta benda tidak dikategorikan bencana alam..  namun sebagai manusia yg dianugrahi daya pikir apakah kita akan diam saja dan tidak berusaha menyelamatkan diri? tidak bisa menghentikan bencana? kita menghindar.. tidak bisa melawan bencana, kita cegah..

akankah nasib kita seperti dinosaurus yang punah? ya, suatu saat nanti..

2 responses

  1. yakinkah kalo manusia itu nggak menyukai perubahan? mungkin bukan nggak suka. tapi mereka perlu waktu untuk mengerti, perlu waktu untuk beradaptasi.

    interesting… “tidak bisa melawan bencana, kita cegah.” –> bencana yang kayak apa dulu, bang?

    anyhow… every clouds has its silver lining, so… keep learning *ra nyambung yo*😛

    1 Maret, 2008 pukul 7:09 am

  2. hmm, mungkin, tp ada saat mereka (manusia) nggak suka berubahan, pada dasarnya nggak suka..

    interesting… “tidak bisa melawan bencana, kita cegah.” –> bencana yang kayak apa dulu, bang? —–> makanya dibaca kalimat sebelumnya.. jangan sepotong2 Dek…. klo nggak bisa dicegah ya menghindar.. endho..endho..

    -tiko-

    1 Maret, 2008 pukul 9:40 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s