BLT

kenaikan harga bbm jadi isyu hangat akhir2 ini. beberapa kampus mulai menggelar demo yang berujung bentrok. memang harga minyak mentah dipasaran melonjak, produksi minyak dan gas dalam negeri tidak juga meningkat meski explorasi besar-besaran. selain itu memang produksi migas dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan dalam negeri, terutama kebutuhan minyak.

pemerintah berencana menaikkan harga bbm untuk mengurangi beban pemerintah dalam subsidi bbm. beriring dengan kenaikan harga bbm, pemerintah juga berencana menghidupkan kembali BLT. Bantuan langsung tunai, sebuah solusi yang sangat mudah dilakukan.BLT ini direncanakan hanya untuk daerah luar P.Jawa. sedangkan di P.Jawa akan diadakan proyek padat karya untuk mengganti BLT.

apa kabar BLT yg lalu? apakah cukup berhasil ataukah menyisakan banyak kemunduran?

BLT memang merupakan solusi, kalau bisa dibilang solusi, yang sangat mudah, atau terbilang sangat mudah dilakukan. berbeda dengan solusi lain seperti proyek padat karya. dengan BLT pemerintah tidak terlalu dipusingkan dengan berbagai urusan tentang bermacam2 proyek dan lainnya. tp BLT bukan merupakan solusi yang mendidik untuk warga negara indonesia yang memang bisa dibilang belum dewasa. bagaikan anak kecil yang nyidam ikan, bukannya diberi kail tapi langsung saa diberi ikan sudah dimasak dan siap makan. maka jika itu terjadi terus, nasib rakyat indonesia ini akan bergerak menjadi warga “pengemis”!

teringat sebuat pamflet di persimpangan lampu merah di dago yang berbunyi “uang yang anda berikan ke anak jalanan menyengsarakan mereka”. pamflet itu dipasang oleh departemen sosial. tetapi kenyatannya pamflet tersebut tak pernah diiindahkan. masih banyak anak jalanan yang bahkan mangkal dibawah pamflet tersebut, yang menandakan masih ada juga orang-orang yang memberi mereka uang. mungkin pamflet trersebut harusnya dipasang didepan para penggagas BLT. apa jadinya bangsa kita ini kalau rakyatnya hanya bisa meminta, dengan segala kebanggaannya terhadap kemiskinan. atau bangsa indonesia yang terlalu baik hingga dengan mudah memberi uang kepada para pengemis dan anak jalanan tercermin di pemerintahannya. ah. mungkin organisasi yg bernama indonesia ini memang bersifat fraktal, apa yg kita lihat di individu maka itulah cerminan dari tubuh pemerintahan kita..

4 responses

  1. abu 'aisyah

    Terlepas dari pendapat “BLT tidak mendidik”, cuma mau sedikit koreksi pernyataan:
    “bagaikan anak kecil yang nyidam ikan, bukannya diberi kail tapi langsung saa diberi ikan sudah dimasak dan siap makan”
    Ada beberapa program pemerintah ‘anti-kemiskinan’. Dan program-program tersebut dibagi dalam 3 kelompok, yaitu:
    1. Dikasih ikan, seperti BLT
    2. Dikasih kail dan semisalnya
    3. Diajari memancing
    Bisa dicari info tentang program2 berikut:
    PNPM, PKH, KUR, Raskin, Jamkesmas (askeskin), BLT

    20 April, 2009 pukul 8:41 pm

  2. saya lebih setuju dengan jamkesmas dan sebagainya..

    untuk pnpm dll, kalo masyarakatnya nggak diajari manajemen uang, ya sama aja.. nggak efektif..

    makanya sekolah jangan dibikin mahal, biar generasi besok pinter2.. ga perlu minta BLT..

    selama pendidikan blm jadi prioritas utama kliatannya akan tidak jauh berbeda.

    itu cuma pendapat saja, yg blm tentu dapat.. dasarnya juga cuma pemikiran yg tak seberapa..

    20 April, 2009 pukul 9:02 pm

  3. ya BLT tetap aja ngasih ikan mateng..

    20 April, 2009 pukul 9:04 pm

  4. abu 'aisyah

    Kalo pnpm di sini mas, tidak dalam bentuk uang. biasanya, kalo g salah, langsung diproyekkan untuk seperti pembukaan jalan, pengerasan jalan, sumber air bersih, ato fasilitas lainnya yg memang di sini terasa urgen bgt.
    untuk pendidikan, ya mgkn masih btahap. di sini saat ini baru sd n smp saja yg gratis. melas juga, masak di sini kelas 3 sd banyak yg belum bisa baca. kenapa kmrn bisa naik kelas ya..

    30 Agustus, 2009 pukul 2:05 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s