sunrise antara Purworejo-Jogja

merapi-merbabu

merapi-merbabu

Jalan Purworejo-Jogja, 20 Juli 2008, setelah 10jam berjuang mengendarai jimny83 (angkot) dari Bandung. Capek, penat, apapun itu (aku nggak punya banyak kosa kata untuk yg ginian) langsung hilang, musnah, lenyap, sirna seketika terusap oleh jingga semburat berpadu dengan relief-relief volkano dan hijaunya sawah dan pohon kelapa, ditambah gradasi kabut yang mulai jengah. Perjalanan Tiko, Igun dan Bayek (Putri juga, walaupun cuma 3/4, sampe Karangsambung) menuju acara pernikahan Rofi’atun Suryani, seorang sahabat di Jogja.  Yup..

4 responses

  1. oax'

    mari2 ke bali masnya… liat pemandangan gitu setiyap hari…

    24 Desember, 2008 pukul 8:37 pm

  2. masalahnya bukan dimana tempatnya Bu.. tp… bisa bangun atu nggaknya.. klo di bandung pas matahari bagus2nya.. dinginnya tepat untuk kembali menarik selimut..😀 klo ke bali dan tetep sedingin itu ya tetep aja.. tarik selimut.. :p

    26 Desember, 2008 pukul 11:17 am

  3. netta

    teteuuuppp… tidoer nomer wahiiid😛

    look what we missed… the beautiful sunrise! *sigh*

    30 Desember, 2008 pukul 6:35 pm

  4. buckleybliss

    Hmm..salah d..klo liat dari bentuknya n pengalaman bolak balik bandung-jogja dari kecil ini gunung Sindoro/Sundoro (kiri) n Sumbing (kanan)..dari Purworejo Sindoro-Sumbing jauh lebih jelas daripada Merbabu-Merapi yg imut” samar”

    24 Juli, 2012 pukul 8:29 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s